Teknik Membuat Proposal

Pergertian Proposal

Definisi Proposal
Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk
suatu kegiatan yang bersifat formal.
Dalam dunia ilmiah, proposal adalah suatu rancangandesain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentangsuatu bahan penelitian. Bentuk “Proposal Penelitian” ini, biasanya memiliki suatu bentuk , dengan berbagai standar tertentu seperti penggunaan bahasa, tanda baca, kutipan dll.Proposal yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah “Proposal Umum” yang seringdigunakan sebagai usulan atau rancangan kegiatan.

Bentuk proposal ini memiliki banyak kemiripan dengan model “Proposal Penelitian” yang digunakan
dalam dunia ilmiah,namun karena sifatnya yang lebih umum maka “Proposal Umum” biasanya lebih lenturdalam penggunaan bahasa dan tidak terlalu kaku dalam aturan penulisan. Namun,walaupun lebih “bebas”, penulisan “Proposal Umum” tetap harus mengindahkan kaidah-kaidah dan sistematika tertentu, agar dapat dengan mudah dimengerti oleh orang-orangyang membaca proposal tersebut


Ciri-Ciri Proposal
1. Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan
2. Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan
3. Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara
4. Pastinya proposal itu berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah di jilid yang nantinya diserahkan kepada si empunya acara
5. dan lain-lain yang sulit untuk dijelaskan (dicari).

Sistematika Pembuatan Proposal

1. Pendahuluan
  • Berisi tentang ha-­hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.
  • Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari­hari(nyata)
  • Point­point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen S­W­O­T yang telah dibahas sebelumnya.
2. Latar Belakang
  • Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri Darma Perguruan Tinggi, program kerja pengurus dan lain-­lain
  • Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan Pemerintah Daerah No sekian
3. Tujuan
  • Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus)
  • Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa
4. Tema
  • ­Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut
5. Jenis Kegiatan
  • Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu,
  • Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, penyampain materi secara lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.
­
6. Target
  • Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan (Point 3) terutama mengenai ukuran­ukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.
7. Sasaran/Peserta
  • ­Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta)
8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
  • ­Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.
9. Anggaran Dana
  • Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri
10. Susunan Panitia
  • Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang penting­penting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.
11. Jadwal Kegiatan
  • Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya
  • Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.
12. Penutup
  • Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak.
  • Ditutup dengan lembar pengesahan proposal
  • Terakhir, diikuti dengan lampiran
  • Jenis-Jenis Proposal

    Proposal Penelitian dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:

    1. Proposal Penelitian Pengembangan

    Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah.

    Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda.

    Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.

    2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka

    Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru.

    Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai dasar pemecahan masalah.

    3. Proposal Penelitian Kualitatif

    Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.

    Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan.

    4. Proposal Penelitian Kuantitatif

    Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

PENALARAN DEDUKTIF

Penalaran Deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.
Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional,instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahuluharus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian dilapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakankata kunci untuk memahami suatu gejala.Contoh : yaitu sebuah sistem generalisasi.
Laptop adalah barang eletronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi, DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.
Generalisasi : semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.
Pengertian Premis Mayor dan Premis Minor
Premis mayor adalah pernyataan umum, sementara premis minor artinya pernyataan khusus. Proses itu dikenal dengan istilah silogisme. Silogisme merupakan proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi). Misalnya : “Semua orang akhirnya akan mati” (premis mayor). Hasan adalah orang (premis minor). Oleh karena itu, “Hasan akhirnya juga akan mati” (kesimpulan). Jadi, berfikir deduktif adalah berfikir dari yang umum ke yang khusus, dari yang abstrak ke yang konkrit, dari teori ke fakta-fakta.
Faktor – faktor penalaran deduktif, antara lain :




  1. Terdapat pada kalimat utama Penjelasannya berupa hal-hal yang umum
  1.   Kebenarannya jelas dan nyata




Variabel pada penalaran deduktif :
1.      Silogisme kategorial
2.      Silogisme hipotesis
3.      Silogisme Disyungtif

CONTOH DARI PROPOSAL HASIL KARYA

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKHNOLOGI INFORMASI
PROPOSAL APLIKASI WEBSITE
“JUDUL”
UNIVERSITAS GUNADARMA
SISTEM INFORMASI
KATA PENGANTAR







Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah mencurahkan segala rahmat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan aplikasi web beserta proposal ini dengan usaha semaksimal mungkin. Adapun tujuan dari penyusunan proposal ini adalah untuk melengkapi syarat lomba Unlimited Software Building (USB).

Proposal atau website kami berjudul “” yang diharapkan akan berguna bagi pembaca dan pemakainnya.

Dengan segala kerendahan hati kami menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari kesempurnaan karena itu segala kritik dan saran yang membangun untuk kebaikan dan penyempurnaan prosoal ini sangat diharapkan dan diterima kami dengan senang hati untuk mengarahkan kami lebih baik lagi.

         
Jakarta, Desember 2012


Pengarang    









DAFTAR ISI


Halaman Judul

Kata Pengantar

BAB 1 PENDAHULUAN
            1.1   Latar Belakang Masalah
            1.2   Batasan Makalah
            1.3   Tujuan Pembuatan Aplikasi

BAB 2 ISI
            Bagian 1
                        2.1   Spesifikasi Hw & Sw
            Bagian 2
                        2.2   Penjelasan Aplikasi      
                        2.3   Tampilan Aplikasi        






BAB 1
PENDAHULUAN



1.1  Latar Belakang Masalah

Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Dimana kita dapat saling bertukan informasi dalam bentuk audio maupun visual.

Begitu banyak website - website yang beredar dengan tujuan berbeda, seperti memperkenalkan produk, menjual jasa, atau sekedar berbagi pengalaman. Kami terinspirasi dengan salau satu situs yang memuat berbagai video dan kami mencoba membuat bentuk sederhana dari situs tersebut. Kami beri nama website ini “”.

Di jaman era globalisasi ini tentu banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, terutama kebutuhan dalam bentuk informasi. Di sinilah kami memiliki ide untuk membuat media informasi dalam bentuk audio dan visual. Di mana nantinya website ini dapat membantu untuk menyampaikan informasi atau menyimpan suatu data.

Permasalahan dalam penggunaan alat baru adalah kurangnya kepahaman akan tools yang diberikan. Maka dari itu kami membuat website ini se-simple mungkin agar pengguna dapat mudah menggunakannya.


1.2  Batasan Masalah
Pada proposal ini kami membatasi masalah pada : Spesifikasi Hardware dan Software, Penjelasan aplikasi website, dan Tampilan Aplilasi website.

1.3  Tujuan Pembuatan Aplikasi
Tujuan pembuatan website adalah menambah media informasi yang sederhana namun dengan fasilitas yang lengkap seperti : penghapusan atau penambahan video yang nantinya dapat menjadi alternative yang mudah. Dan juga website ini dapat digunakan untuk penyimpanan data yang nantinya dapat di ambil jika diperlukan.





BAB 2
ISI



2.1   Spesifikasi Hw & Sw

            Dalam proposal ini tentu kami akan membahas hardware dan software apa saja yang kami gunakan dalam pembuatannya. Dengan spsifikasi ini kami sudah merasa sangat nyaman, dalam arti tidak ada masalah seperti, hang atau lag. Berikut spresifikasinya.

Hardware.

Intel® CoreTM i3-2350M processor
2048MB DDR3 (1333)
640GB (SATA)
DVD SuperMulti Double Layer
13.3" WXGA HD Clear SuperView LED TFT
Intel® HD Graphics, up to 805 MB total available graphics memory


Software

Notepad ++
Dreamweaver CS3
XAMPP 1.7
Google Chrome

2.2 Penjelasan Aplikasi

            Kami membuat aplikasi website yang berisi video – video. Terdapat beberapa menu pada website ini, seperti : movie, music/video clip, Travelling, berita dan politik, olahraga, games. Menu tersebut merupakan katagori – katagori yang telah kami sediakan untuk menempatkan berbagai jenis video.

            Berikut penjelasan menu – menu tersebut :

Movie
Yaitu menu yang akan menampilkan semua katagori video ketika anda menekannya. Menu ini terdapat 2 (dua) sub menu, yaitu : movie trailer dan komedi.

Music / Video Clip
Menu ini hanya berisikan video berkatagori music / video clip. Menu ini cocok bagi penggemar music karena, mereka dapat melihat dan menyimpan video yang mereka sukai

Travelling
Menu ini berisikan video tentang travelling.
Begitu pula untuk menu berita dan politik, olahraga, dan games. Hanya berisikan satu katagori sesuai nama menu.

            Kami juga telah menyiapkan tombol lihat dan download untuk setiap video. Namun untuk melihatnya anda memerlukan flash player, tapi jika anda tidak memilikinya, kami telah menyediakannya. Ketika anda menekan tombol lihat jika anda tidak memiliki flash player, maka akan muncul link – link yang akan mengarahkan anda untuk  mendownload flash player atau meng-instalnya langsung.

            Seperti halnya situs youtube yang terdapat pemberitahuan berapa kali video ini dilihat. Pada website ini kami juga menyediakan pemberitahuan kepada pengguna berapa kali video ini telah di lihat.

            Pada bagian atas website kami sediakan system pencari video, ini akan memudahkan kita dalam mencari video yang akan kita lihat atau men-downloadnya.

       Tentunya kami  tidak lupa untuk menyiapkan halaman bagi admin. Anda dapat memilikinya dengan cara menekan menu movie kemudian menekan gambar gembok. Jika anda memiliki akun anda dapat login pada alamat ini. Namun jika anda tidak memilikinya anda dapat menekan tombol sign in untuk membuat akun.   Ketika dalam membuat akun, harus mengisikan semua form yang telah disediakan.

Pada halaman admin terdapat 6 (enam) menu yang kami sediakan. Dan berikut penjelasan mengenai menu – menu tersebut.

1.      Beranda
Yaitu menu yang akan mengarahkan user menuju halaman depan akunnya.

2.      Daftar Video
Menu ini berisikan video – video yang telah kita upload. Kita juga dapat melihatnya dan men-downloadnya disini.

3.      Upload
Menu ini untuk meng-upload video. Kita dapat memilih katagori dari video yang akan di upload.

4.      Update / Delete
Pada menu ini kita dapat menghapus video kita yang telah di upload dan juga dapat memperbaharuinya.

5.      Home Page
Jika anda menekan menu ini anda akan di arahkan ke alamat diluar akun. Alamat yang berisikan semua video dari semua akun.

6.      Logout
Tentunya anda mengetahui menu ini, menu ini digunakan ketika akan keluar dari akun.

Pada bagian kiri halaman terdapat biodata pemilik akun beserta foto. Pada bagian ini kami juga menyediakan untuk meng-edit biodata.

2.3 Tampilan Aplikasi
            Terdapat banyak tampilan pada website ini, berikut sedikit tampilan

BAHASA INDONESIA

Penalaran Induktif

Sebelum kita membahas apa itu penalaran induktif, alangkah baiknya jika kita mengetahui apa itu Penalaran.
Pengertian  Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Penalaran merupakan proses berfikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Dari prosesnya, penalaran itu dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan penalaran deduktif.
Persyaratan yang Diperlukan Dalam Bernalar
Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
·         Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
·         Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.
Macam-Macam Penalaran
Penalaran memiliki berbagai macam metode, diantaranya adalah :
1.    Penalaran Metode Induktif
Penalaran Metode Induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Macam-macam bentuk dari penalaran metode induktif , yaitu :
a.        GENERALISASI
Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili. Generalisasi juga di sebut induksi tidak sempurna ( lengkap ). Guna menghindari generalisasi yang terburu – buru, Aristoteles berpendapat bahwa bentuk induksi semacam ini harus di dasarkan pada pemeriksaan atas seluruh fakta yang berhubungan, tapi semacam ini jarang di capai. Jadi kita harus mencari jalan yang lebih prakis guna membuat generalisasi yang sah. Adapun tiga cara untuk menentukan generalisasi :
i.        Menambah jumlah kasus yang di uji, juga dapat menambah probabilitas sehatnya generalisasi. Maka harus seksama dan kritis untuk menentukan apakah generalisasi ( mencapai probabilitas ).
   ii.        Hendaknya melihat adakah sample yang di selidiki cukup representatif mewakili kelompok yang di periksa.
    iii.        Apabila ada kekecualian, apakah juga di perhitungkan dan di perhatikan dalam membuat dan melancarkan generalisasi?
b.  ANALOGI
Analogi Induktif adalah suatu cara berfikir yang di dasarkan pada persamaan yang nyata dan terbukti. Jika memiliki suatu kesamaan dari yang penting, maka dapat di simpulkan serupa dalam beberapa karakteristik lainnya. Apabila hanya terdapat persamaan kebetulan dan perbandingan untuk sekedar penjelasan, maka kita tidak dapat membuat suatu kesimpulan. Pemikiran ini berangkat dari suatu kejadian khusus ke suatu kejadian khususnya lainnya, dan menyimpulkan bahwa apa yang benar pada yang satu juga akan benar pada yang lain.
c.     HUBUNGAN KAUSALITAS
Hubungan kausalitas merupakan sebab sampai kepada kesimpulan yang merupakan akibat atau sebaliknya. Pola yang umum dipakai adalah sebab ke akibat dan akibat ke sebab. Ada 3 jenis hubungan kausal, yaitu:
i.                    Hubungan sebab-akibat.
Hubungan sebab-akibat dimulai dengan mengemukakan fakta yang menjadi sebab dan kesimpulan yang menjadi akibat. Pada pola sebab ke akibat, gagasan pokok merupakan akibat, sedangkan gagasan penjelas sebagai sebab.
ii.                  Hubungan akibat-sebab.
Hubungan akibat-sebab dimulai dengan fakta yang menjadi akibat, kemudian dari fakta itu dianalisis untuk mencari sebabnya.
 iii.        Hubungan sebab-akibat-akibat.
Hubungan sebab-akibat-akibat dimulai dari suatu sebab yang dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua, seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat.
 Source :
Diberdayakan oleh Blogger.