Perahu Kertas by Maudy Ayunda
Diposting oleh SylvanPrakosoBlog
Perahu kertasku kan melaju membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila, tapi ini adanya
Perahu kertas mengingatkanku betapa ajaibnya hidup ini
Mencari-cari tambatan hati, kau sahabatku sendiri
Hidupkan lagi mimpi-mimpi (cinta-cinta) cita-cita (cinta-cinta)
Yang lama ku pendam sendiri, berdua ku bisa percaya
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
d(-.-)b *neptune signal* d(-.-)b
Tiada lagi yang mampu berdiri
Halangi rasaku, cintaku padamu
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
Oh bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
d(-.-)b This lyric is meaningful. this song is soft, good and i found my story in this song.
I don't know why i post this lyric. Did i just write? hmm, i think this is crazy. But, this is true. and, impossible... d(-.-)b
Teori Permintaan. Teori Penawaran. Keseimbangan
Diposting oleh SylvanPrakosoBlog
A. Pengertian, Hukum, Kurva dan Teori Permintaan
Permintaan (Demand)
Permintan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada
suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan
tertentu dan dalam periode tertentu.
Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Permintaan
Permintaan seseorang atau suatu masyarakat kepada suatu barang
ditentukan oleh faktor-faktor,diantaranya :
2. Harga barang lain ( Py)
3. Pendapatan konsumen (Inc)
4. Cita rasa (T)
5. Iklim (S)
6. Jumlah penduduk (Pop)
7. Ramalan masa yang akan datang (F)
Hukum Permintaan (the low of demand)
Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis
yang menyatakan :
“Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut
dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau
naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya
apabila harga turun jumlah barang meningkat.
(Qd = F.(Px, Py, Ine,T,S, Pop,F)
Kurva Permintaan
Kurva Permintaan dapat didefinisikan sebagai :
“Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu
barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang diminta para
pembeli.”
Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun
dari kiri ke kanan bawah. Kurva yang demikian disebabkan oleh sifat
hubungan antara harga dan jumlah yang diminta yang mempunyai sifat
hubungan terbalik.
Kurva permintaan :
Teori Permintaan
Dapat dinyatakan :
“Perbandingan lurus antara permintaan terhadap harganya yaitu apabila
permintaan naik, maka harga relatif akan naik, sebaliknya bila permintaan
turun, maka harga relatif akan turun.”
B. Pengertian, Hukum, Kurva dan Teori Penawaran
Penawaran (Supply)
Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual
pada suatu pasar tertentu, pada periode tertentu, dan pada tingkat harga
tertentu.
Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Penawaran
Keinginan para penjual dalam menawarkan barangnya pada
berbagai tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor. Yang tepenting
adalah :
1. Harga _ P _ Q
2. Harga barang lain _ Px _ Qy
3. Biaya faktor produksi _ FP _ cost _ π _ Qs
4. Teknologi _ T _ cost _ π _ Qs
5. Tujuan perusahaan
6. Ekspektasi (ramalan)
Secara matematis
Qs = F (Px, Py, Fp, T1 ............... )
Persamaan penawaran Qs = a + bp
Hukum Penawaran
Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa :
“Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang
tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah
harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut yang
ditawarkan.”
Kurva Penawaran
Kurva penawaran dapat didefinisikan sebagai :
“Yaitu suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara harga suatu
barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan”.
- Kalau penawaran bertambah diakibatkan oleh faktor-faktor di luar
harga, maka supply bergeser ke kiri atas.
- Kalau berkurang kurva supply bergeser ke kiri atas
- Terbentuknya harga pasar ditentukan oleh mekanisme pasar
Kurva penawaran :
Teori Penawaran
Yaitu teori yang menerangkan sifat penjual dalam menawarkan
barang yang akan dijual.
C. Harga Keseimbangan
Harga pasar (Equilibrium Price) terjadi jika jumlah barang yang diminta SAMA DENGAN jumlah barang yang ditawarkan. Fungsinya dapat dituliskan Qd = Qs.
Contoh kasus
Diketahui fungsi permintaan Qd=1500 – 10P dan fungsi penawarannya Qs=20P – 1200
Tentukan Harga Keseimbangan dan Jumlah keseimbangannya
Tentukan Harga Keseimbangan dan Jumlah keseimbangannya
Jawab :
Harga keseimbangan => Qd=Qs
Harga keseimbangan => Qd=Qs
1500 – 10P = 20P – 1200
- 30P = – 2700
P = 90 ===> Jadi harga keseimbangannya Rp 90,00
- 30P = – 2700
P = 90 ===> Jadi harga keseimbangannya Rp 90,00
Jumlah keseimbangan :
Qd = 1500 – 10P dimana P=Rp 90,00
Qd = 1500 – (10 x 90)
Qd = 1500 – 900
Qd = 600 ===> jadi jumlah keseimbangannya 600 unit
Jadi Keseimbangan terjadi pada saat harga Rp 90 dengan tingkat permintaan dan penawaran sejumlah 600 unit.
Kurva Keseimbangannya :
Source :
http://matakuliah.files.wordpress.com/2007/09/te-mik-2.pdf
http://www.babejoko.web.id/2011/11/03/fungsi-permintaan-penawaran-harga-keseimbangan-dan-pajak.php
http://matakuliah.files.wordpress.com/2007/09/te-mik-2.pdf
http://www.babejoko.web.id/2011/11/03/fungsi-permintaan-penawaran-harga-keseimbangan-dan-pajak.php
Teori Organisasi Umum 2
Universitas Gunadarma
2012
Sistem Perekonomian di Indonesia dan Landasannya
Sebelum
membahas mengenai sistem perekonomian indonesia secara detail harus
memahami apa itu sistem perekonomian? Sistem perekonomian adalah sistem
yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang
dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.
Untuk keperluan rumah tangga kepemerintahan dan masyarakatnya,
maksudnya sistem ekonomi yang berasal dari rakyat oleh rakyat dan untuk
rakyat.
Perbedaan
mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya
adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam
beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi.
Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh
pemerintah. Lalu sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem
tersebut mengatur produksi dan alokasi. Pasar lah yang mengatur
faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran
dan permintaan.
Sedangkan
dalam Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah
gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut
Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar
melaksanakan perekonomian pasar atau terencana, bahkan negara seperti
Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika
Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan
ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk
anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain.
Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana.
Selain
itu, dalam menjalankan roda perekonomian, Indonesia harus berlaku adil
dan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan. Kegiatan perekonomian yang
dijalankan juga semata-mata untuk membentuk persatuan bangsa yang
semakin kuat. Kegiatan perekonomian yang merusak persatuan bangsa
justru sangat dihindari dan sama sekali tidak bermanfaat dalam jangka
panjang. Segala bentuk perselisihan dalam kegiatan ekonomi juga
hendaknya diselesaikan dengan cara musyawarah dan dengan cara-cara yang
bijaksana.
Sejarah perkembangan
* 1950-1959 : Sistem ekonomi liberal (masa demokrasi)
* 1959-1966 : Sistem ekonomu etatisme (masa demokrasi terpimpin)
* 1966-1998 : Sistem ekonomi pancasila (demokrasi ekonomi)
* 1998-sekarang : Sistem ekoonomi pancasila (demokrasi ekonomi) yang dalam prakteknya cenderung liberal
Sistem demokrasi ekonomi adalah sistem ekonomi yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Landasannya adalah “ UUD 1945 hasil amandemen yang disahkan MPR pada 10-08-2002, yaitu pasal 33 ayat 1, 2, 3, dan 4”.
ex : pasal 33 ayat 1 perekonomian disusun atas usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan
Dengan
karakteristik tersebut orang melakukan kegiatan ekonomi dalam hal ini
produksi hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau kelompok saja.
Dengan kata lain pada saat itu orang belum terlalu berpikir untuk
melakukan kegiatan ekonomi untuk pihak lain apalagi demi keuntungan.
Semakin berkembangnya jumlah manusia beserta kebutuhannya, semakin
dirasakan perlunya sistem perekonomian yang lebih teratur dan
terencana. Sistem barter pada zaman dahulu tidak dapat lagi
dipertahankan, karena banyak hambatan yang dihadapi seperti :
* Terkadang keinginan kedua belah pihak yang ingin melakukan barter tidak sama.
* Sulitnya menentukan nilai komoditi yang akan ditukarkan.
* Sangat sulit melakukan transaksi dengan jumlah yang besar.
Dengan
adanya hambatan yang terjadi, maka para ahli ekonomi mulai memikirkan
sistem perekonomian yang jauh lebih bermanfaat dan mudah sehinngga
dapat digunakan oleh manusia seperti yang sudah disebutkan diatas.
daftar pustaka
http://www.rayi.web.id/2009/07/ilmu-ekonomi.html
UNIVERSITAS GUNADARMA
SISTEM INFORMASI
TEORI ORGANISASI UMUM 2
Permasalahan Ekonomi
Ekonomi
merupakan suatu yang berhubungan dengan kehidupan manusia. Ya… tentu
kita selalu dihadapkan dengan permasalahan ekonomi. Mengapa dikatakan
berhubungan dengan kehidupan manusia ?. Contohnya
saja saya yang mahasiswa. Berangkat ke kampus membutuhkan biaya untuk
membeli bensin. Peralatan belajar pulpen, pinsil, tip-x dll harus kita
beli. Saat jam istirahat saya ahrus mengisi perut dan tentu saja harus
menggunakan uang. Sampai pulang
kuliah pun saya diharuskan mengeluarkan biaya. Karena ini pun ada
terdapat bunyi seperti ini “segalanya membutuhkan uang”. Ya, memang
benar di zaman yang modern ini semua membutuhkan uang tanpa tekecuali.
Namun yang akan saya utarakan bukanlah hal di atas melainkan masalah
ekonomi di Indoesia ini. Masalah ini timbul dikarenakan adanyakeinginan
manusia yang beraneka ragam. Dan juga dari pihak produsen yang ingin
memuaskan pelanggannya dengan berbagai cara. Produsen tersebut berfikir
dan terus berfikir agar produksinya tidaklah kalah saing dengan produksi prusahaan lain.
Berikut masalah klasik yang dihadapi para produsen, yang beralih nama menjadi masalah pokok ekonomi :
1. How (bagaimana) barang tersebut dhasilkan
2. What (apa) barang apa yang harus dihasilkan
3. for whom (untuk siapa) untuk siapa barabg yang telah di produksi tersebut
1. HOW (bagaimana)
How dalam bahasa Indonesia berarti bagaimana. “Bagaimana” merupakan
suatu kata yang bermakna menanyakan sesuatu untuk menghasilkan sesuatu
yang bermanfaat. Sesuatu yang disebut adalah langkah. Jadi, langkah apa
yang harus diambil produsen agar hasil produksinya dapat diterima oleh
konsumen. Lalu bagaimana barang tersebut dihasilkan. Produsen melakukan
beberapa pegujian untuk memastikan barang tersebut aman dan nyaman
Ex
: Produsen memanipulasi produksinya agar menarik konsumen, dan membeli
barang dagangannya. Mungkin dengan cara memperindah bentuknya, membuat
rasanya lebih enak, tentunya dengan harga yang terjangkau.
2. WHAT (apa)
Barang
apa yang harus diproduksi oleh produsen. Menurut saya hal yang paling
terpenting adalah di sini. Karena barang yang tepat pada saat konsumen
membutuhkan dapat dipastikan barang tersebut akan laris. Dan juga
konsumen tidak begitu memperdulikan harga. Dikarenakan hal yang mendesak
atau pun barang tersebut lagi “tren” dikalangan konsumen tersebut. Yang
harus dilakukan produsen adalah kapan barang tersebut di distribusikan
ke pasar.
Ex : di saat malam pergantian tahun. Konsumen tentu membutuhkan kembang api dan juga terompet untuk merayakannya. Nah
di sini lah kepintaran produsen di uji. Ia harus memproduksi terompet.
Dipastikan barang dagangnya akan laris manis tanjung kimpul.. hahaha…
Namun pasti bukannya hanya ia yang memproduksi terompet dan kembang api.
Dan produsen harus berfikir apa yang akan dia modifikasi pada
terompetnya agar konsumen tertarik akan barang dagangannya.
3. FOR WHOM (untuk siapa)
Untuk
siapa barang hasil produksinya itu..? Apakah konsumen dapat menjangkau
harga tersebut..? Mungkin inilah yang dipikirkan produsen dalam masalah
ekonomi berikut. Produsen harus pintar membaca situasi/lingkungan.
Meskipun harga murah kualitas bagus namun jika lingkungan tidak kondusif
pasti dapat menurunkan daya beli masyarakat. Dalam hal distribusi
produsen juga harus mencermatinya.
Ex
: Produsen memproduksi kendaraan baik itu mobil atau motor. Dan
produsen tersebut harus mendistribusikannya ditempat-tempat perkotaan
bukan pedesaan. Dan juga produsen memproduksi bibit-bibit tanaman, pupuk
dan sebagainya, harusnya didistribusikan di pedesaan bukan di
perkotaan.
UNIVERSITAS GUNADARMA
SISTEM INFORMASI
TEORI ORGANISASI UMUM 2
Langganan:
Postingan (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.